Tri Pilar Kelurahan Banggala dan Tamangapa Turun Tangan Redam Polemik Portal Jalan Antar Kompleks

SPASISULSEL.COM — Pertemuan dan mediasi antara warga Kompleks Ranggong Permai, Kelurahan Bangkala, dan warga Komplek Ranggong Mas, Kelurahan Tamangapa, digelar pada Selasa malam, 20 Januari 2026, di Warkop PMB Nusantara, Jalan Waduk Tunggu Pampang, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Mediasi ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan portal akses jalan yang menghubungkan kedua komplek perumahan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Tripilar Kelurahan Bangkala dan Tamangapa, di antaranya Lurah Bangkala M. Dapri Kodong, A.Md, Lurah Tamangapa Muhammad Sadli, S.E., M.Si, Bhabinkamtibmas dan Babinsa kedua kelurahan, para ketua RW, perwakilan pihak pengembang Komplek Ranggong Mas, serta perwakilan warga dari kedua komplek.

Permasalahan bermula dari pembangunan portal oleh warga Komplek Ranggong Permai yang mendapat penolakan dari warga Komplek Ranggong Mas. Penolakan terjadi karena akses yang dipasangi portal merupakan satu-satunya jalur yang selama ini digunakan warga Ranggong Mas untuk keluar-masuk komplek.

Dalam penyampaiannya, Ketua RW 04 Kelurahan Bangkala menyampaikan bahwa pembangunan portal merupakan aspirasi warga Komplek Ranggong Permai demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan. Warga mengeluhkan adanya pengendara motor dari Komplek Ranggong Mas yang melintas dengan kecepatan tinggi, serta pengendara mobil yang tidak mematuhi prosedur keamanan saat melewati pos penjagaan.

Perwakilan warga Ranggong Permai juga meminta pihak pengembang Komplek Ranggong Mas segera menyediakan akses jalan utama sendiri, mengingat jalur yang digunakan saat ini bukan akses umum. Selama ini, warga Ranggong Permai masih memberikan toleransi kepada warga Ranggong Mas untuk menggunakan akses tersebut.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Tamangapa menyampaikan bahwa warga Komplek Ranggong Mas bersedia memberikan kontribusi kompensasi keamanan kepada Komplek Ranggong Permai. Ia menambahkan bahwa warga Ranggong Mas sejak awal membeli rumah hanya mengetahui adanya satu akses jalan yang disediakan pihak developer.

Perwakilan pihak pengembang Komplek Ranggong Mas menyatakan komitmennya untuk segera menyelesaikan pembangunan akses utama bagi warga Ranggong Mas agar tidak lagi bergantung pada jalur Komplek Ranggong Permai.

Aiptu Hasbullah,SH,.MH mengatakan Mediasi berlangsung dalam suasana aman dan kondusif dengan difasilitasi oleh Tripilar kedua kelurahan. Para pihak juga dihimbau untuk tetap mengedepankan nilai kearifan lokal Bugis-Makassar, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, serta menjaga toleransi selama proses pembangunan akses utama berlangsung, pungkasnya

Adapun hasil kesepakatan mediasi yakni warga Komplek Ranggong Permai tetap memberlakukan portal akses jalan. Namun, warga Komplek Ranggong Mas masih diberikan toleransi akses sementara, dengan ketentuan portal ditutup pada pukul 22.00 WITA dan dibuka kembali pada pagi hari. Kebijakan ini diterapkan demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. Pihak pengembang juga berjanji menyelesaikan pembangunan akses utama dalam waktu 20 hari ke depan.

Pertemuan berakhir pada pukul 23.00 WITA dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Seluruh pihak sepakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban lingkungan selama proses pembangunan akses utama berlangsung.(**)

Editor : Abu ✍️

Humas : Polsek

Pos terkait