SPASISULSEL.COM — MAKASSAR Koperasi Prabu Phinisi Sejahtera Sulawesi Selatan kian mengukuhkan eksistensinya dalam mengimplementasikan tata kelola organisasi yang mumpuni melalui perhelatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Buku 2025. Agenda krusial ini dilaksanakan beriringan dengan perumusan Rencana Program Kerja serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) untuk periode Tahun Buku 2026.
Bertempat di Hotel Almadera, Makassar, pada Senin (5/1/2026) silam, seremoni ini menjadi tonggak sejarah dalam memperkokoh posisi koperasi sebagai sokoguru ekonomi kerakyatan yang tangkas, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang. Momentum ini menegaskan bahwa koperasi mampu bertransformasi mengikuti dinamika zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Langkah responsif ini menuai pujian dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Bidang Pemberdayaan, Indri, mengungkapkan kekagumannya mengingat dari belasan ribu entitas koperasi yang teregistrasi di Sulawesi Selatan, Koperasi Prabu Phinisi Sejahtera menjadi pionir dalam menyelenggarakan RAT secara tepat waktu. Prestasi ini dianggap sebagai cerminan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus manifestasi kesungguhan dalam mengelola organisasi yang bugar dan kredibel.
Ketua Panitia RAT, Nahliani N. Husain, saat dihubungi pada Minggu (11/1/2026) malam, memaparkan bahwa forum ini mengombinasikan kehadiran anggota secara fisik maupun virtual demi memastikan terpenuhinya kuorum minimal 50+1 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
“RAT ini bukan sekadar seremoni pertanggungjawaban pengurus atas capaian kinerja Tahun Buku 2025, melainkan juga wadah sinergi untuk memetakan arah kebijakan dan proyeksi anggaran tahun 2026. Kami bersyukur seluruh prosesi berlangsung khidmat, lancar, dan dibalut semangat soliditas yang tinggi,” ungkap Nahliani.
Tokoh perempuan yang juga alumni SMANSA Makassar angkatan 1991 ini menegaskan, Koperasi Konsumen Prabu Phinisi Sejahtera Sulsel bertekad mengelola amanah dana anggota dengan standar profesionalisme tinggi. Selain itu, mereka berupaya memperluas dampak ekonomi dengan menyelaraskan diri pada program pemerintah serta menjadi katalisator bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produk, baik melalui kanal konvensional maupun ekosistem digital.
“Visi kami adalah menjadikan koperasi ini sebagai naungan besar yang menyemai kepercayaan, kemandirian, dan kemakmuran kolektif. Kami berharap langkah ini dapat memantik inspirasi bagi koperasi lainnya untuk terus berinovasi demi mewujudkan ekonomi nasional yang lebih inklusif,” pungkas Nahliani. (**)
Editor : Muh, Abu ✍️
Penulis : Pa.Jem






