SPASISULSEL.COM — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid menjadi salah satu Narasumber pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Tahun 2026 dalam rangka kesiapan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat-2026” untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang dibuka oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., di Hotel Harper Makassar, (Kamis, 05 Maret 2026).
Kegiatan yang turut dihadiri unsur Gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin dan Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta para Kapolres jajaran Polda Sulsel serta Instansi/Lembaga terkait berlangsung penuh khidmat pas di 15 Ramadhan atau pertengahan bulan Puasa.
Di kesempatan tersebut Kakanwil Kemenag Sulsel memaparkan Program dan Kesiapan Kementerian Agama dalam menyonsong Hari Raya Keagamaan tepatnya Hari Raya Idul Fitri 1447 H serta Cuti dan Libur bersamanya yang diprediksi akan berlangsung cukup lama yakni lebih setengah bulan, diantaranya dengan Program Ramah Pemudik.
“Sebagaimana kebijakan Anregurutta Menteri, Kementerian Agama sudah mempersiapkan program layanan untuk mengantisipasi situasi seputar libur Lebaran kali ini, diantaranya dengan memaksimalkan penggunaan masjid sebagai tempat beristrahat para pemudik. Selain tempat beristrahat, sekaligus memberikan layanan kepada para musyafir,” kata Ali Yafid
Kakanwil juga menyebut bahwa tradisi mudik lebaran setiap tahunnya harus berjalan aman, menyenangkan dan lancar. Tentu ini menjadi tugas pemerintah salahsatunya Kementerian Agama. Kemenag harus ambil bagian, selain sebagai pengabdian masyarakat juga menjadi ladang amal saleh.
“Dari data Kementerian Agama Sulsel saat ini, sudah ada 492 masjid yang siap melayani para pemudik, kami juga sudah sampaikan agar Lokasi yang sudah ditunjuk agar membuat spanduk atau plakat/petunjuk adanya Masjid ramah pemudik. Ini menjadi lahan amal yang sangat bagus. Ini juga berlaku tidak hanya saat mudik, tapi juga pada arus balik,” sambungnya.
Layanan ini mencakup pembukaan akses masjid selama 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet dan ketersediaan air wudhu, fasilitas pengisian daya gawai, ruang ibadah yang nyaman, area istirahat, penyediaan air minum dan makanan ringan, serta pusat informasi bagi pemudik.
“Selain Masjid, Kementerian Agama Sulsel juga secara khusus menyiagakan fasilitas yang dimiliki satkernya seperti Madrasah dan KUA khususnya yang berada di jalur utama pemudik untuk turut serta memberikan Layanan, Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi pemudik, dalam beribadah dan beristrahat sejenak dalam perjalanan mudik, hingga selamat sampai tujuan,” harap Kakanwil.
Kakanwil kelahiran Bone ini juga menyampaikan informasi terkait adanya potensi perbedaan waktu Idul Fitri 1447 H, antara tanggal 20 atau 21 Maret 2026 setelah melihat hasil pemaparan dan Pemantauan sementara dari BMKG dan Badan Hisab Rukyat Sulsel, meskipun Keputusan finalnya nanti tetap ,enunggu Hasil Sidang Isbat yang dilaksanakan oleh Kemenag RI pada tanggal 19 Maret 2026 di Jakarta.
“saya yakin, umat kita sudah sangat dewasa menyikapi adanya perbedaan, karena yang lebih utama adalah Ukhuwah atau rasa persaudaraannya, dan Kakanwil menegaskan, koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci agar pelayanan masyarakat selama mudik dan perayaan keagamaan berjalan aman, tertib, dan nyaman, utamanya di Sulawesi Selatan,” Pungkas Kakanwil.(**)





