WASILAH 95 Gelar Dialog Kebangsaan, Soroti Peran Strategis BPIP di Makassar

SPASISULSEL.COM – Makassar, 28 Maret 2026, Wadah Silaturahmi Alumni 95 (WASILAH 95) Madrasah Tsanawiyah 404 Ujung Pandang menggelar dialog kebangsaan bertema “Peran Strategis Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam Menanamkan Nilai dan Aktualisasi Pancasila di Rumah Keindonesiaan.

Kegiatan ini berlangsung di Warkop Republik, Makassar, dan dihadiri berbagai elemen masyarakat. Aktivis dari Koalisi Perempuan Indonesia, Ketua Komisioner Bawaslu Kabupaten Takalar, serta para alumni dan undangan yang antusias mengikuti jalannya diskusi.

Kegiatan menghadirka narasumber utama, akademisi sekaligus Direktur Pengkajian Kebijakan PIP dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Muhammad Sabri AR.

Dalam pemaparannya, Prof. Sabri menegaskan pentingnya penguatan ideologi Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia menjelaskan bahwa BPIP memiliki peran strategis dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi serta memastikan nilai-nilai Pancasila tetap relevan di tengah dinamika zaman.

“Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai simbol dan falsafah bangsa, tetapi harus diinternalisasi dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Di sinilah pentingnya peran BPIP dalam melakukan pembinaan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pandangan dari peserta. Sejumlah isu krusial turut mengemuka, seperti tantangan ideologi di era digital, termasuk maraknya disinformasi, meningkatnya intoleransi, serta lunturnya nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Para peserta sepakat bahwa sinergi antara masyarakat, organisasi sipil, dan lembaga negara menjadi kunci dalam memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila.

Perwakilan WASILAH 95, Om Karim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen alumni dalam berkontribusi terhadap pembangunan karakter bangsa melalui ruang dialog yang konstruktif.

“Melalui forum ini, kami ingin menghadirkan diskusi yang mencerahkan sekaligus mempererat silaturahmi antaralumni dan elemen masyarakat”,ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi pedoman dan kompas moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta mampu menjadi benteng menghadapi berbagai tantangan ideologi di masa depan. (*)

Pos terkait