SPASISULSEL.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Takalar menyatakan sikap tegas mendukung hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP yang digelar di Jakarta.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi bentuk solidaritas terhadap kepemimpinan Ketua Umum PPP, H. Mardiono, menyusul keputusan penonaktifan dua elite partai, yakni Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) H. Taj Yasin.
Ketua DPC PPP Takalar, H. Burhanuddin Baharuddin, menegaskan bahwa sikap yang diambil pihaknya merupakan bentuk kepatuhan terhadap keputusan serta mekanisme organisasi yang berlaku di internal partai.
Politisi yang akrab disapa H. Bur itu menjelaskan, penonaktifan kedua pengurus tersebut bukan keputusan sepihak, melainkan bagian dari proses konsolidasi organisasi yang berawal dari usulan DPW PPP se-Indonesia.
“Keputusan tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi dan pengambilan keputusan organisasi,” ujarnya.
Mantan Bupati Takalar ini mengungkapkan, usulan pemberhentian tersebut telah disampaikan dalam Rakornas III PPP pada Selasa, 27 Oktober 2026. Karena itu, menurutnya, seluruh dinamika dan keputusan organisasi harus tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Menanggapi isu dualisme kepengurusan yang berkembang di internal PPP, H. Bur secara tegas membantah adanya dualisme tersebut.
Ia berpandangan, legalitas kepengurusan partai harus merujuk pada surat keputusan (SK) kepengurusan yang menjadi landasan resmi organisasi.
“Karena hanya terdapat satu surat keputusan (SK) kepengurusan yang menjadi dasar legalitas kepengurusan partai,” tegasnya.
Lebih jauh, H. Bur berharap setiap perbedaan pandangan maupun dinamika yang muncul di internal PPP dapat diselesaikan melalui mekanisme dan forum resmi partai.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik. Namun, hal tersebut tidak boleh sampai menghambat proses konsolidasi maupun perjuangan partai dalam menjalankan fungsi politik di tengah masyarakat.
“Prinsip yang harus dijaga adalah kepatuhan terhadap AD/ART, penghormatan terhadap mekanisme organisasi, dan kepentingan PPP secara keseluruhan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader PPP agar senantiasa mengedepankan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
H. Bur berharap seluruh elemen partai tetap menjaga soliditas, memperkuat persatuan, serta tidak membiarkan perbedaan pandangan justru melemahkan organisasi.
Baginya, konsolidasi dan kebersamaan seluruh kader menjadi modal penting untuk menjaga eksistensi PPP sekaligus memperkuat perjuangan partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.






