SPASISULSEL.COM – Kontingen Atlet Pencak Silat, pelatih dan official IPSI Kota Makassar ikut ambil bagian pada kegiatan pelepasan Kontingen Kota Makassar yang akan berlaga di Porprov Sulsel ke-XVIII pada tanggal 7 hingga 14 November 2026, di Kabupaten Wajo dan Bone.
Diketahui, pada Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026, kontingen Kota Makassar diperkuat total 1.171 personel, termasuk 824 atlet yang terdiri atas 483 atlet putra dan 341 atlet putri.
Para atlet didukung 153 pelatih, 126 official, dan 23 mekanik untuk menunjang persiapan serta kebutuhan selama mengikuti kompetisi.
Dengan kekuatan tersebut, Makassar membidik pencapaian minimal 200 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan target mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten
Bone dan Kabupaten Wajo.
Tak hanya mempertahankan dominasi, Munafri yang akrab disapa Appi juga mematok target minimal 200 medali emas untuk kontingen Kota Makassar.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi para atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan persiapan yang telah dijalani.
“Pertahankan gelar juara, harumkan olahraga Makassar menuju pentas nasional,” pesan Appi di hadapan para atlet dan jajaran kontingen, saat melepas kontingen Kota Makassar yang dilaksanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar di Lapangan Karebosi, Selasa (27/10/2026).
Munafri menyebut, pelepasan kontingen bukan sekadar seremoni pemberangkatan, melainkan momentum untuk menunjukkan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan pengorbanan seluruh atlet selama menjalani masa persiapan.
Ia optimistis, dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Makassar memiliki peluang besar untuk kembali menorehkan prestasi terbaik di tingkat provinsi.
“Besar harapan kita untuk bisa memberikan hasil yang maksimal, hasil yang terbaik, dan yang lebih penting lagi, mempertahankan predikat juara umum dengan penambahan medali emas seperti yang ditargetkan, minimal 200 medali emas,” ujarnya.
Menurut Appi, keberhasilan tidak datang secara instan, prestasi lahir melalui proses panjang yang membutuhkan latihan, kerja keras, disiplin, serta pengorbanan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Karena itu, ia meminta seluruh atlet memanfaatkan kesempatan bertanding dengan mengerahkan kemampuan terbaik.
“Jangan disia-siakan. Maksimalkan kemampuan dan keunggulan yang kalian miliki. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” imbuh Wali Kota.
Munafri berharap perjuangan para atlet tidak hanya menghasilkan prestasi membanggakan, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga dan melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Raihlah prestasi dengan cara yang terhormat, hormatilah lawan, patuhi aturan pertandingan, dan tunjukkan karakter sebagai atlet Kota Makassar yang berintegritas dan bermartabat,” pesannya.
Appi juga berharap para atlet mampu menjaga nama baik Kota Makassar selama mengikuti Porprov di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Sikap santun, disiplin, dan penuh tanggung jawab harus tercermin dalam setiap aktivitas kontingen.
Lebih dari sekadar persaingan memperebutkan medali, ia menilai Porprov menjadi ruang mempererat hubungan antardaerah dan menjaga persatuan masyarakat Sulawesi Selatan.
“Bukan hanya sekadar bertanding, tetapi juga berkenalan dengan masyarakat yang datang dari seluruh Sulawesi Selatan. Ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan kita melalui olahraga,” ungkapnya.
Terpisah, Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati mengungkapkan, pihaknya terus mendorong para atlet untuk mengintensifkan latihan sebagai bagian dari upaya mencapai target 10 medali emas pada Porprov Sulsel 2026.
Menurutnya, persiapan yang matang menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan dengan atlet-atlet dari kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan.
“Persiapan terus kami matangkan. Kami mendorong para atlet untuk lebih mengintensifkan latihan, meningkatkan kedisiplinan, serta menjaga kondisi fisik agar bisa tampil maksimal saat bertanding. Target kami adalah meraih 10 medali emas di Porprov Sulsel 2026,” ungkap Umiyati.
Politisi PPP ini menegaskan, para atlet harus memanfaatkan waktu persiapan dengan sebaik-baiknya, mengingat setiap nomor pertandingan membutuhkan kesiapan teknik, fisik, mental, dan strategi yang berbeda.
Selain meningkatkan kemampuan individu, kesiapan mental juga menjadi perhatian agar para atlet mampu menghadapi tekanan pertandingan dan menjaga konsistensi performa sejak babak awal hingga partai final.
Dengan menurunkan 19 atlet pada 13 nomor pertandingan, IPSI Kota Makassar berharap kontingen pencak silat mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pencapaian prestasi olahraga Kota Makassar di tingkat provinsi.
Anggota DPRD Makassar ini juga berharap seluruh atlet dapat menjaga semangat, kekompakan, dan sportivitas selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.
Porprov Sulsel 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone pun menjadi momentum bagi para pesilat Makassar untuk membuktikan hasil pembinaan yang telah dijalani sekaligus memperjuangkan target 10 medali emas. (*)






