SPASISULSEL.COM – Kasubag TU Pelayanan Karebosi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, Rachmat Nugraha, memaparkan berbagai program dan pelayanan yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun dan memberdayakan generasi muda di Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan Rachmat Nugraha dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang digelar Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, di Hotel Grand Imawan, Jumat (21/8/2026).
Dalam pemaparannya, Rachmat menjelaskan bahwa pembangunan kepemudaan menjadi salah satu bagian penting dalam program Dispora Kota Makassar.
Menurutnya, pembangunan kepemudaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan olahraga, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang dapat meningkatkan kapasitas, kemandirian, kreativitas, serta daya saing generasi muda.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemberdayaan kewirausahaan pemuda. Program tersebut diarahkan untuk mendorong generasi muda agar memiliki kemampuan dan keberanian dalam mengembangkan usaha, sehingga tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Pemuda memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Karena itu, pemberdayaan kewirausahaan menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan kepemudaan,” jelas Rachmat.

Selain kewirausahaan, Dispora juga memberikan perhatian terhadap pelatihan vokasi bagi pemuda. Pelatihan vokasi dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan praktis yang dapat menunjang kesiapan pemuda memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Rachmat juga memaparkan pentingnya pengembangan organisasi pemuda. Menurutnya, organisasi kepemudaan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, membangun kerja sama, menyampaikan aspirasi, serta mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungan masyarakat.
“Organisasi pemuda merupakan salah satu wadah untuk membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan generasi muda. Di sana mereka belajar kepemimpinan, kerja sama dan bagaimana berkontribusi kepada masyarakat,” katanya.
Tidak kalah penting, Dispora juga mendorong pengembangan kepemimpinan pemuda.
Melalui berbagai kegiatan pembinaan, generasi muda diharapkan memiliki kemampuan kepemimpinan, rasa tanggung jawab, serta keberanian untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Rachmat menegaskan, pembangunan kepemudaan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membina generasi muda.
Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, organisasi olahraga, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat.
“Pembinaan kepemudaan dan olahraga tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan organisasi olahraga, komunitas, organisasi pemuda dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat semakin diperkuat sehingga berbagai potensi yang dimiliki pemuda Kota Makassar dapat teridentifikasi dan dikembangkan secara maksimal.
Menurutnya, Makassar memiliki banyak anak muda yang memiliki kemampuan dan kreativitas di berbagai bidang. Dengan pembinaan dan pendampingan yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan dalam mendukung kemajuan Kota Makassar.
Rachmat juga mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi penerima program pemerintah, tetapi ikut mengambil bagian dalam menciptakan berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan kepemudaan dapat berjalan secara bersama-sama dan menghasilkan generasi muda yang mandiri, kreatif, produktif, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
“Harapannya, pemuda Makassar bisa terus berkembang, memiliki keterampilan, mandiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kota Makassar,” paparnya. (*)






