SPASISULSEL.COM – Komisi B DPRD Kota Makassar menggelar rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II bersama seluruh mitra kerja Komisi B.
Diantaranya, Perumda Parkir Makassar Raya, Perumda Pasar Makassar Raya, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Makassar, Perumda Terminal Makassar Metro, Perumda Air Minum, para camat, serta Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar.
Rapat monitoring dan evaluasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program kerja, penggunaan anggaran, serta capaian target yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
Anggota Komisi B, Hj Umiyati mengatakan, monitoring evaluasi ini untuk memastikan seluruh perangkat daerah maupun perusahaan daerah mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal khususnya mitra kerja Komisi B.
“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk mengetahui sejauh mana capaian program yang telah dilaksanakan oleh seluruh mitra kerja Komisi B. Kami ingin memastikan bahwa setiap program benar-benar berjalan sesuai dengan perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Makassar,” ujar Umiyati.
Dikatakan Umiyati, monitoring dan evaluasi tidak hanya menjadi agenda rutin DPRD, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana program pemerintah berjalan sesuai target yang telah direncanakan.
“Setiap rupiah anggaran yang telah dialokasikan harus mampu menghasilkan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kesejahteraan masyarakat. Kita tidak hanya melihat capaian dari sisi administratif, tetapi juga ingin mengetahui berbagai persoalan yang menjadi hambatan di lapangan,” jelas Politisi perempuan PPP ini.
Menurut Umiyati, perusahaan daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, Perumda Parkir, Perumda Pasar, Perumda Air Minum maupun Perumda Terminal dituntut untuk terus melakukan inovasi, memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan profesionalisme, serta mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
“Perusda yang ada ini Perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada target pendapatan, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional,” ujarnya lagi.
Dalam rapat tersebut, Komisi B DPRD Makassar memberikan sejumlah catatan terhadap berbagai program yang dinilai masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi efektivitas pelaksanaan, realisasi anggaran, maupun pencapaian target kinerja.
Seluruh masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi setiap mitra kerja agar pelaksanaan program pada Triwulan III dapat berjalan lebih maksimal. (*)






