SPASISULSEL.COM – Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Makassar dengan menghadirkan Dinas Kesehatan Kota Makassar sebagai mitra pembahasan utama, di Hotel Karebosi Premier Makassar, Jalan Jenderal M. Jusuf, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan pengawasan yang memasuki Angkatan II ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah. Forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan sekaligus menyerap masukan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Yulianto Badwi menegaskan bahwa fungsi pengawasan yang dimiliki DPRD merupakan bagian penting dalam memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang harus mendapatkan perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.
“Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara maksimal. Karena itu, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh program dan layanan kesehatan yang dijalankan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Yulianto.
Anggota Komisi C DPRD Makassar ini juga menekankan bahwa pengawasan pemerintahan daerah tidak hanya bertujuan mengawasi penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan publik terus mengalami peningkatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan kesehatan yang telah dirancang pemerintah dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan berbagai program kesehatan yang tengah dijalankan pemerintah kota.
Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan memiliki peran strategis sebagai pelaksana kebijakan kesehatan sekaligus pengendali mutu layanan kesehatan di Kota Makassar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus menjadi prioritas, baik melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, maupun perluasan akses layanan bagi masyarakat.
“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan merata bagi seluruh warga Kota Makassar. Dukungan serta masukan dari DPRD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program yang kami jalankan,” ungkap dr. Nursaidah.
Pada kesempatan yang sama, Akademisi Eka Suprapti, S.Kep., Ners., M.Kes turut memberikan pandangannya terkait pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang efektif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara berkala dapat menjadi instrumen evaluasi untuk memastikan setiap program kesehatan berjalan sesuai tujuan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh moderator Firmansyah Abadi Syahrir, S.E.. Sejumlah peserta menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi terkait pelayanan kesehatan, mulai dari peningkatan fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis, hingga optimalisasi program promotif dan preventif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara DPRD, Pemerintah Kota Makassar, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, forum ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Yulianto Badwi menegaskan bahwa hasil dari kegiatan pengawasan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Makassar ke depan.
“Harapan kami, seluruh masukan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi perhatian bersama sehingga pelayanan kesehatan di Kota Makassar semakin baik, merata, dan mampu memenuhi harapan masyarakat,” tutupnya. (*)






